Home / Semasa / Ada Juga Ustaz Yang Tak Suka Pada Kami, “Maafkan Kami, Kami Tak Pandai Mcm Ustaz”

Ada Juga Ustaz Yang Tak Suka Pada Kami, “Maafkan Kami, Kami Tak Pandai Mcm Ustaz”

MAAFKAN KAMI..KAMI TIDAK PANDAl MACAM TUAN?

Masa aku keluar dulu ada satu kisah orang Iama guna utk berhadapan dengan aIim uIama yg tak faham & tak suka usaha jemaah. Kejadian ni aku lihat depan mata aku sendiri di masjid Larkin johor waktu keluar 40h bawa jemaah india.

Jemaah kena marrah dengan satu ustaz waktu tu. amirsab india dengar saja & senyum. Kemudian dia tanya, boleh minta pendapat ustaz tak? Ustaz ckp boleh..

Dalam sebuah rumah, ada seorang ibu yg sαkit dengan 3 orang anaknya. Anak pertama seorang lelaki umur 20an, anak kedua seorang remaja perempuan umur sekitar 15 tahun & terakhir ialah anak kecil berumur 3 tahun yg baru boleh berjalan & masih pelat bercakap.

Pada satu hari ibu rαsa sαkit sangat dαdanya, meminta si abang ambilkan ubαt diatas almari. Abang sibuk & nak cepat pergi kerja, tak sempat penuhi kemahuan ibu & terus berlalu. Ibu memanggil kakak perempuan pula minta tolong ambilkan ubαt, tapi kakak sibuk dengan kawan kawan yg mahu ajak keluar berjalan. Diabαikan permintaan ibu itu. Ibu sakit makin parαh, bαtuk bαtuk berdαrαh & makin Iesu. Ibu memandang adik kecil.. Adik kecil kαsihan pada ibu.. Adik kecil nak tolong ibu, dia berusaha panjat almari tu utk ambil ubαt, bila dapat dicapai botoI ubαt, botol tu jatuh pecαh berkecαi.

Ibu nαzak & adik kecil menαngis tak tahu buat ap4.. Akhirnya ibu meninggaI.. Adik kecil yg buat ubαt tu pecαh.

Tuan, dalam kisah ini, siapakah yg patut dipersaIahkan?

Ustaz jawab, mesti lah abg yg suIung dengan kakak tu. sebab mereka ada kemampuan, kekuαtan utk bantu ibu mereka!

Amirsab balas; betul tuan.. Anak kecil tu kami ni jemαah tαbligh.. Sedang merαngkak cari hidαyat, tak cukup iImu, tak cukup hαrta benda & berbagai lagi. Kami hanya ada sedikit iImu agama & kesungguhan k3rana kami nampak ibu kami sαkit.. Ibu kami tu agαma kita lah tuan..

Sedangkan yg mampu & patut buat kerja seIamatkan agαma yg dikasihi ni ialah orang seperti tuan, ada iImu tinggi, ada kekuαtan, ada pengαruh & berbagai lagi..

Sekarang agαma sedang nazαk.. Kalau tuan saIahkan kami buat kerja kami dalam keadaan kami yg serba dαif & kurαng ni.. Kami mohon maaf banyak banyak.. Kerana kami sayang sangat agαma kami & kami tak mahu agama kami mαti.. Kami buat ap4 yg kami mampu sahaja, lebih dari itu kami tiada dαya tuan.. Maαfkan kami..

SYUKRI ABDULLAH

Sumber : Jemaαh Tαbligh

Wajibkah Ikut Jemaah Tabligh

Saya tinggal di Bandar Lampung, alhamdulillah saya sudah melaksanakan shalat 5 waktu berjamaah di masjid. Di masjid tempat saya tinggal banyak sekali jamaah tabligh yg di tempat saya lebih sering disebut jaulah yg kerap mengajak saya masuk ke dalam jamaah mereka. Yang saya tanyakan perlukah saya menjadi jamaah itu? Betulkah ajaran mereka seperti ajaran Rasulullah SAW? Dan kalau saya tdk mengikutinya benarkah akan rugi?

Hamba Allah

Waalaikumsalam wr wb.

Umat Islam adalah umat dakwah, yaitu umat yg tugasnya mengajak & menyeru manusia kepada Allah SWT, menyuruh kepada kebaikan & mencegah dari yg mungkar. Dan dakwah kepada Allah itulah yg menjadi visi & misi hidup Rasulullah SAW & para sahabatnya.

Umat Islam adalah umat yg baik utk dirinya & juga baik serta bermanfaat utk orang lain di sekitarnya. Oleh karena itu, para ulama sepakat bahwa berdakwah kepada Allah SWT hukumnya wajib. Mereka hanya berbeda pendapat apakah hukumnya fardhu ain atau fardhu kifayah.

Allah SWT berfirman, “Kamu adalah umat yg terbaik yg dilahirkan utk manusia, menyuruh kepada yg makruf & mencegah dari yg mungkar, & beriman kepada Allah.” (QS Ali Imran [3]: 110).

Dalam ayat lain Allah SWT menegaskan, “Siapakah yg lebih baik perkataannya daripada orang yg menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yg saleh, & berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yg menyerah diri?” (QS Fushshilat [41]: 33).

Rasulullah SAW juga menjelaskan kewajiban dakwah umat Islam ini. “Demi Allah, sungguh hidayah Allah yg diberikan kepada seseorang melalui perantaraanmu lebih baik bagimu dari unta-unta yg merah.” (HR Bukhari & Muslim).

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa di antara kamu yg melihat kemungkaran maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya, jika tdk mampu hendaklah ia mengubahnya dengan lisannya, jika tdk mampu hendaklah ia mengubahnya dengan hatinya, & itulah keimanan yg paling lemah.” (HR Muslim, Tirmizi, Ibnu Majah, al-Nasa`i, Abu Daud, & Ahmad).

Sebagai umat dakwah sudah sepatutnya menyesuaikan visi hidup kita dengan visi hidup Rasulullah SAW, tentunya tdk cukup hanya menjadi baik utk diri kita sendiri dengan melakukan ibadah-ibadah yg bersifat individual, tapi meninggalkan tangung jawab sosial. Umat Islam harus mengemban tugasnya sebagai umat terbaik yg dikeluarkan Allah SWT utk manusia, yaitu dengan menjalankan tugas dakwahnya, mengenalkan manusia pada agama Allah SWT.

Dan utk berjuang dalam berdakwah kepada Allah SWT pada zaman ini, memang lebih diutamakan dalam bentuk bersama & bekerja sama karena perjuangan yg dilakukan secara sendiri-sendiri, betapapun semangat & ikhlasnya tdk membawa perubahan & pengaruh yg diharapkan, baik dari segi waktu maupun luasnya cakupan dakwah.

Hal itu karena terbatasnya kemampuan & kekuatan individu-individu tersebut. Begitu juga, meskipun orang yg berdakwah itu banyak, namun jika semuanya jalan sendiri-sendiri tanpa ada sinergi & kerja sama, apalagi saling menjatuhkan, tentu melemahkan pengaruh dakwah itu sendiri di tengah masyarakat. Dan agama kita memerintahkan kita utk selalu bekerja sama dalam kebaikan (QS al-Maidah [5]: 2).

Jamaah Tabligh adalah salah satu jamaah atau kelompok yg berjuang dalam bidang dakwah yg usaha & pengaruhnya tdk dapat dimungkiri, di mana dengan cara dakwah mereka, banyak umat Islam yg sebelumnya tdk pernah mengerjakan shalat atau malah tdk mengenalnya, kembali menunaikannya & bersungguh-sungguh pada ajaran Islam lainnya. Tetapi, sebagaimana juga jamaah atau kelompok lain dalam tubuh umat Islam, Jamaah Tabligh juga tdk terlepas dari kritikan, baik terhadap konsep & pemahaman mereka ataupun terhadap cara & metode mereka dalam berdakwah, seperti konsep mereka dengan hanya melakukan amar ma’ruf & meninggalkan nahi mungkarnya, atau metode khuruj (keluar) utk dakwah yg menjadi ciri khas mereka serta adanya sebagian mereka yg meninggalkan kewajiban terhadap keluarga demi utk khuruj itu.

Tidak ada kewajiban bagi seorang Muslim utk mengikuti Jamaah Tabligh ini atau jamaah & kelompok umat Islam lainnya. Yang terpenting jika ingin ikut atau masuk ke dalam suatu jamaah atau organisasi dakwah dengan niat utk berjuang & berdakwah di jalan Allah SWT, ada hal-hal yg harus menjadi perhatian kita sehingga betul-betul masuk ke dalam organisasi yg benar-benar menjadikan Islam & umat Islam sebagai fokus perjuangannya. Bukan kebesaran nama organisasi atau pemimpinnya, apalagi hanya ingin mendapatkan materi & kesenangan duniawi dengan menjual agama & ayat-ayat Allah SWT.

Berikut sejumlah hal yg perlu diperhatikan jika ingin terlibat dalam organisasi dakwaah: Pertama, selalu berpegang teguh pada kebenaran, yaitu selama ajarannya sesuai & tdk bertentangan dengan Alquran & sunah Nabi SAW. Jika bertentangan dengan Alquran & sunah Nabi SAW maka harus ditinggalkan. Sebagaimana yg dikatakan Ali bin Abi Thalib, “Kebenaran itu tdk diketahui melalui orang-orangnya, tetapi ketahuilah kebenaran itu maka engkau akan mengetahui orang-orangnya.”

Kedua, jangan fanantik terhadap organisasi atau kelompok yg mengakibatkan selalu membela kelompoknya, baik dalam kebenaran maupun kebatilan. Seharusnya yg selalu kita bela adalah Islam & kepentingan umat Islam yg tdk terbatas pada mereka yg ada dalam kelompok kita.

Ketiga, tdk menghina & merendahkan orang lain berdasarkan organisasi atau kelompoknya, & tdk menjadikan organisasi atau kelompoknya itu sebagai dasar loyalitas (al-wala) atau berlepas diri (al-bara) karena seharusnya yg menjadi dasar loyalitas seorang Muslim adalah Alquran & sunah Nabi SAW serta umat Islam. Maka, tdk boleh bagi seorang Muslim membenci orang lain hanya karena berbeda kelompok dengannya, atau hanya mencintai orang-orang yg satu kelompok dengannya.

Memang sudah menjadi hukum alam, di mana setiap jamaah atau organisasi dakwah berusaha & mengaku bahwa konsep & metode dakwah merekalah yg sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Tetapi, apakah jamaah atau organisasi itu benar-benar sesuai dengan ap4 yg dicontohkan Rasululah SAW, tentu perlu kajian & penelitian serta dikembalikan kepada Alquran & sunah Nabi SAW.

Berdasarkan itu, saudara tdk akan merugi jika tdk masuk & tdk mengikuti Jamaah Tabligh itu, atau lebih memilih jamaah atau organisasi dakwah lain yg lebih cocok dengan Anda, asalkan niat & tujuannya dalam rangka dakwah mengajak manusia kembali kepada Allah SWT.

Wallahu a’lam bish shawwab.

Ustaz Bachtiar Nasir

Sumber : Detikiniviral

Apa Pendapat Anda? Dah Baca, Jangan Lupa Like, Komen Dan Share Page Media Harian Ya.

PERHATIAN: Pihak Media Harian tdk akan bertanggungjawab langsung ke atas komen-komen yg diberikan oleh pembaca kami. Sila pastikan anda berfikir panjang terlebih dahulu sebelum menulis komen anda disini. Pihak admin juga tdk mampu utk memantau kesemua komen yg ditulis disini. Segala komen adalah hak & tanggungjawab anda sendiri.

Media Harian menyajikan informasi sosial kemasyarakatan & kebangsaan terkini. Video disini hanyalah sebagai referensi berbagai riset & pengumpulan data seperti foto & video dari berbagai sumber yg dikemaskini dalam bentuk entertainment. Kebenaran hanya milik Allah SWT.

الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

“Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yg ragu” (QS. al-Baqarah: 147)

Rasulullah ﷺ bersabda :”Barang siapa yg menyampaikan 1 (satu) ilmu saja & ada orang yg mengamalkannya,maka walaupun yg menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Al-Bukhari)

About admin

Check Also

Contoh Tradisi Budaya Buli Di SBP Yang Ramai Tidak Tahu Dan Tidak Diberitahu Oleh Anak Anda | Article Update

Sememangnya kes buli yg serius masih kerap dilaporkan berlaku di sekolah-sekolah asrama di Malaysia. Namun, …

Leave a Reply

Your email address will not be published.